Selasa, 10 Mei 2011

Epen, Surga yang Lain.






Dari Monschau meluncur lagi menuju lembah di sekitar Epen. Kita jalan kaki masuk ke dalam daerah dengan bunga-bunga boterblum yang sedang bermekaran berwarna kuning. Mengingatkanku pada film little house on the prairie. Baru kali ini aku menyaksikan dengan mata kepala sendiri hamparan boterblum yang cantik. Sejauh mata memandang hanya bunga-bunga boterblum yang menghampar indah. Rasanya hati begitu bergetar. Seumur hidup baru melihat pemandangan begitu cantik.  Di lapangan rumput yang menghampar ada bangku dan meja kayu kosong, kita pun mengaso membuka bekal di situ. Makan di tengah alam terbuka....rasanya sudah berabad-abad gak pernah menikmati lagi suasana seperti ini. Di tempat ini lembah di daerah Epen ini kalau musim semi atau musim panas banyak sekali yang datang untuk sekedar berjalan kaki menikmati alam yang indah dan hangatnya sinar matahari. Mereka ndeprok di rumputan sambil menikmati ice cream, atau sekedar duduk-duduk saja menghirup segarnya udara musim semi. Setelah puas menikmati alam terbuka yang indah, kita meluncur lagi ke Maastricht







Sabtu, 30 April 2011

Monschau


Dari Drielandenpunkt kami menuju Monschau yang sudah masuk wilayah Jerman. Belum masuk Monschau kita melewati daerah yang masuk wilayah Belgia di tempat ini menggunakan bhs Perancis. rumah-rumahnya pun mengingatkan pada suasana perancis. Daerah-daerah di sini sangat cantik, karena di kanan kiri kita bisa melihat lembah...dengan rumput hijau...bunga-bunga yang mekar, dan sapi yang sedang merumput...rumah-rumah petani yang unik....hm seperti pemandangan di post card atau kalender. Setelah memasuki wilayah Belgia kita memasuki wilayah Jerman, yaitu Monschau. Monschau merupakan salah satu tujuan wisata. Di tempat ini banyak turis mancanegara datang. Tempatnya berlembah dan ada bukit yang tinggi yang mana di tempat ini dinding rumah-rumah penduduk bahkan hotel pun masih sangat khas dengan dinding kayu. Di sini banyak juga toko souvenir, restoran khas jerman yang menyajikan kue khas yaitu apfelstrudel yang lezat. Hari minggu kemaren tempat ini sangat ramai dikunjungi orang. Di sini kita juga banyak melihat orang-orang yang datang menggunakan motor gede, seperti harley, ducati, dan banyak lagi. Dan herannya yang menaiki moge itu bukan hanya orang yang masih gagah, tapi kita juga bisa melihat oma-oma naik moge. Waduh.



Di Monchau ini kita relaks sebentar minum kopi, teh, ice cream...sambil ditemani apfelstrudel yang lezat dengan guyuran saus vanili. Apfelstrudelnya dibuat langsung alias home made. Jadi nunggunya agak lama. Tapi begitu datang lalu disodorkan di meja hm...dalam sekejap langsung ludes. Lezat sekali...apelnya di dalam segar krenyes-krenyes. Setelah melahap apfelsstrudel kita jalan lagi menuju bukit. Di sekeliling bukit kita bisa melihat rumah penduduk yang cantik. Kita terus naik, lewat jalan kecil yang menanjak. Tangga alam yang curam. hm...di Jakarta gak pernah olahraga, napas hampir habis rasanya. Untung sampai juga di atas. wow, pemandangan dari atas bukit...indah sekali. Bangunan-bangunan rumah, puncak gereja, semua yang ada di bawah bisa kita lihat dari sini. Udara pun segar. Tanaman juga indah-indah. Pas di belakang kita duduk di batu-batu cadas, terdapat taman pemakaman yang cantik. Makam-makamnya banyak ditanami bunga seperti tulip dan lainnya. Kok ada pemakaman di atas bukit, duh cukup tenaga untuk mencapai tempat ini.





Dari atas bukit kita turun lagi melewati jalan yang berbeda. Jalan yang ini kanan dan kiri jalan adalah hutan tapi tidak rimbun. Jalannya yang dilalui tangga-tangga sempit dengan pegangan dari kayu....bunga-bunga di sekitarnya sedang bermekaran, menyebarkan wangi yang lembut.  Hmmm.....pengalaman yang luar biasa.  Sungai kecil melingkar di bawahnya. Bunyinya menyejukkan sekali. Walau kaki capek...tapi jadi gak terasa.






Drielandenpunkt

Hangat matahari bersinar dengan sangat cerah.  Temperatur sekitar 22 derajat celsius. Baguslah. Jalan panjang mulai ditempuh....setelah hampir sekitar satu setengah jam, kita berhenti dulu di Drielandenpunkt, daerah perbatasan Belanda, Jerman, dan Belgia. Wow....setelah melihat tempat ini, resto atau cafe dengan kursi-kursi rotan, jalan panjang yang menanjak dan berkelok, uh aku jadi teringat mimpiku dulu. Persis ya persis seperti tempat ini. Aku pikir, dalam mimpi dulu itu adalah daerah Spanyol. Ternyata kok bukan, ternyata di sini di Drielandenpunkt. Uh...mana pernah menyangka akan pergi ke tempat ini?? Mana pernah aku tahu ada tempat namanya Drielandenpunkt???  Dejavu???



pesta Ultah di Amersfoort

Jam 4 sore...kami meluncur ke Amersfoort. Dari zutphen ke Amersfoort kurang lebih satu jam. Di tempat ulang tahun ini sudah banyak juga tamu yang datang. Tamu-tamunya sih kebanyakan saudara si tuan rumah dan relasi atau kenalan baik dari nyonya dan tuan rumah. (orang-orang Belanda, Indo, dan Indonesia). Tampak ketika kita datang tuan rumah sedang membakar sate di halaman belakang. Si nyonya rumah yang bernama Agnes sedang sibuk masak di dapur. Banyak banget anak muda yang dateng, karena yang ulang tahun memang anak muda. Di tempat ini kami disuguhi gado-gado, sate ayamnya besar-besar, bihun goreng, nasi goreng tapi pakai babi, risoles, perkedel jagung, cake pandan, dan masih ada beberapa lagi makanan khas indonesia. Wah melihat yang ulang tahun, jadi pengen balik ke umur 19 tahun. xixixi. Di tempat ini kita sampai jam 9 malam. Setelah itu kembali ke rumah, sampai di rumah sekitar jam 10 malam. Kita harus cepat istirahat alias tidur karena besok pagi mau pergi ke Limburg, tempatnya lumayan jauh dari Hilversum. Limburg ini daerahnya bagus karena berlembah. Paling cepet ditempuh selama 2 jam











Jumat, 29 April 2011

Jalan ke Zutphen

Tanggal 22 Mei aku diajak Indah ke Zutphen.  Karena setiap sabtu biasanya Indah dan suaminya selalu mengunjungi rumah keduanya di Zutphen.  Hari sabtu di Zutphen suasananya benar-benar hidup. Apalagi matahari sedang bersinar dengan cerahnya. Selama hampir 3 minggu di Belanda, rasanya baru hari itu keluar rumah matahari mencorong sedemikian terangnya. Di Zutphen,  Indah dan suaminya membersihkan rumah yang berlantai 3 membersihkan lantai dan kaca-kaca jendela.  Lalu kita jalan ke pasar, untuk membeli bunga lily untuk di rumah, dan buket (karena sehabis dari Zutphen kita akan meluncur ke daerahmersfoort, ke rumahnya temennya Indah, Agnes. yang hari itu anaknya sedang ulang tahun).  Di Belanda kalo kita diundang teman,  aneh banget kalo kita dateng dengan tangan kosong.  Minimal kita harus mampir ke toko bunga  membeli  buket bunga yang cantik untuk tuan rumah.  Di pasar Zutphen, aku juga membeli kroket, tapi bukan kroket yang dari mesin melainkan kroket yang langsung digoreng di tempat jualannya.   Satu buah kroket harganya sekitar hampir 2 euro. Hm...tapi kok rasanya enakkan kroket yang dari mesin ya?? hehe.









Di Zutphen kita duduk-duduk di balkon rumah di lantai dua sambil menikmati matahari. Minum teh dan kue sus, pisang, ada kerupuk juga.  Rumah di Zutphen ini enak juga karena tetangga lumayan dekat. Jadi kalau duduk di balkon bisa saling menyapa para tetangga yang ada di belakang dan di samping rumah.  Sebelah rumah Indah rumah tetangganya besar sekali, padahal hanya ditinggali oleh sepasang suami istri. Bahkan suaminya sering tugas ke luar negeri.  Waduh gak kebayang tinggal sendirian di rumah besar dengan banyak ruangan dan kamar??  Aku mengintip dari balkon, halaman belakangnya banyak ditumbuhi oleh tanaman liar yang sedang berbunga. Cantik tapi serem kalo harus tinggal sendirian







Belanja di Toko Asia Amsterdam

Kamis kemarin kita belanja di Amsterdam di toko cina yang lumayan besar.  Di tempat ini Indah belanja banyak. Mulai dari beras, daun pandan, laos, cabe, bakpao, ketan hitam, kacang hijau, santan kaleng, kerupuk udang, kangkung, singkong, ubi dan masih banyak sampai trolley penuh. Jalan pulang dari Amsterdam  ke Hilversum ternyata macet banget. Waduh gak nyangka sekarang di Belanda juga macet seperti di Jakarta. Sampai di rumah sudah jam 7 malem. Habis makan di meja makan, seperti biasa ngobrol, tapi kok lama-lama udara terasa dingin ya???  Akhirnya jam setengah sembilan naik ke atas tidur. Hari ini gak ada rencana pergi. Mungkin di rumah mau bikin kue mangkok. Nunggu Indah lagi menyelesaikan pekerjaannya. Manasin lemper, manasin marble cake, minum susu. Biar badan sehat dan kuat, wah ternyata kue mangkok gak jadi dibuat hari itu

Keong yang Marah

Ada pengalaman lucu, dia pernah membeli aneka tanaman bunga. Lalu dengan semangat dia tanam di kebunnya. Berharap suatu hari nanti bunga-bunga di kebunnya akan cantik bermekaran dan pasti kebunnya akan terlihat semarak. Tapi apa yang terjadi?  Keesokan harinya, ia melihat tanaman yang kemarin baru ditanam itu habis dimakan keong. Dia kesal sekali.  Kemudian dia ambil ember berisi air panas, lalu keong-keong itu dia masukan ke dalam ember air panas. Eh malamnya, dia mengalami mimpi buruk.  Keong-keong itu mendatanginya. Sejak saat itu, dia membiarkan keong yang memakan tanamannya atau paling tidak keong perusak itu diambil lalu dipindahkan ke hutan. Indah adalah orang yang peka sehingga ia bisa merasakan sakitnya tanaman atau hewan yang teraniaya